Nice Writing

Tak lupa kalau tiap minggu baca kolomnya sujiwo tejo di jawa pos, asyik aja bacanya kalau masalah kritik sosial begitu. Kita bisa melihat sudut pandang terhadap masalah negara ini dari sudut yang unik dan menggelitik. kalau waktu kuliah suka baca buku karya Emha Ainun Najib, pasti sudah tahu semua kan gambaran isi bukanya Emha? penuh kritik tentang negara ini dengan cara yang unik banget.

Ini ceritanya mau belajar jadi penulis juga tapi masih bingung nulis apa’an, kalau baca tips untuk mengawali agar bisa menulis ya menulis tentang keseharian kita, mulai yang kita pikirkan, rasakan, alami dan lain-lain yang penting ditulis semua. Kaskus juga ada posting menampilkan 8 Blogger yang berpenghasilan milyaran per tahun, nah lho ngiler semua kan? bahkan ini sudah lama daripada bisnis jualan tokek yang segedhe botol air mineral 1,5 liter yang katanya dihargai milyaran rupiah itu. Kembali ke masalah menulis, akhirnya yang terjadi adalah aku menulis yang sedang aku pikirkan sekarang, hehehehe. Kalau nuruti tipsnya menulis sebenarnya simple aja, permasalahan yang muncul apakah tulisan kita menarik untuk dibaca atau tidak, namanya juga belajar nanti minta komentar pembaca apakah tulisan ini enak dibaca atau tidak terus kita koreksi kekurangannya.

Aku lebih baik mikir kalau nulis itu gampang aja biar tidak kesulitan nulisnya, padahal sudah seminggu kebingungan mau nulis apa’an di blog. Akhirnya menemukan ide juga, kayak afirmasi ke diri kita sendiri aja untuk memprogram bawah sadar bahwa nulis itu gampang.

Pandangan Pertama Dengan Paid Review

Kapan ya aku mengenal paid review?Hmm…2 bulan yang lalu diajak teman untuk cari bahan mengisi content websitenya, tepatnya mengambil foto gazebo di daerah pandaan. Perjalanan dari Surabaya dengan sepeda motor sekitar 3 jam, waktu tempuh tersebut mungkin wajar karena harus ketemu jalanan macet di sekitar Lumpur Porong. Apalagi sekarang kabarnya gelembung-gelembung gas mulai muncul di tengah jalan (“calon semburan baru sepertinya”). Baru lepas dari kemacetan Porong setelah memasuki wilayah Gempol (“syukurlah…”). Perjalanan lancar dengan berpayung matahari di siang bolong (“Kepanasan…btw sejak kapan ya ada payung matahari? bercanda :D ”). Sepeda motor Honda Win terus meluncur menuju Pandaan dengan joki Bang Mabrow (“aku dibonceng saja sambil kasih semangat,hehehe”)

***
Akhirnya sampai juga, ada sekitar 4 gazebo yang dipajang di depan gudang/tempat produksinya. Kami ambil fotonya sambil menikmati kenyamanan gazebo, sambil berharap nantinya dipasang di rumah sendiri (“sekarang ngurus yang dijual dulu”)

***
Sambil menyelam minum air, kontak ke temen yang rumahnya Pasuruan malah disuruh mampir ke rumahnya. Alhamdulillah, langsung meluncur ke rumah temen Pasuruan. Setelah putaran daerah Gempol ganti joki aku yang pegang (“Hmm…lama tidak naik sepeda motor Honda Win di depan, untung masih inget naiknya :P ”). Sepakat janjian ketemu di sekitar Sekolahan, yang kebetulan istri temen Pasuruan lagi ada acara di tempatnya mengajar. Btw dari tadi cuman menyebut dengan istilah temen Pasuruan, namanya Bang Robby (“tak munculkan akhirnya :D ”).

***
Acara selesai, melanjutkan perjalanan ke rumah bang Robby, tentunya tuan rumah yang jadi penunjuk jalan (“ngikut aja maksudnya”). Masuk gang dari jalanan besar, akhirnya sampai juga di rumahnya.

***
Duduk di ruang tamu dikasih hidangan minuman dan makanan plus cerita tentang bisnis sampingan yang sedang dijalaninya. Ingin tahu bisnisnya ? Yup, bisnis tokek tepatnya (“kapan cerita kenalan dengan paid reviewnya? sabar…bentar lagi…”). Bang Robby juga cerita tentang kisah sukses temennya yang ikutan bisnis paid review. Aku juga baru dengar istilah paid review dari bang Robby, menyarankan beberapa buku tentang paid review untuk dibaca, dan salah satunya bukunya pak Wikan Pribadi (“akhirnya beli satu karena penasaran pingin bisa”) .  Karena silaturahmi aku mengenal paid review, bagiku itu sebuah peluang/jalan untuk mencari rizki yang diberikan Yang Kuasa ke hambanya yg satu ini.